Sunday, January 08, 2012

Surat Dari Swiss Van Java

Garut, 10.53AM

Dear Adik-Adik Se-Nusantara

Hari ini hari minggu yah, udah pada mandi belum? Pasti masih ada yang molor ditempat tidur atau menikmati kartun di tempat tidur, mungkin pula ada yang sedang membantu ibu di dapur yah.


Sekarang kakak lagi di Garut, Jawa Barat. Kakak baru saja nyampe tadi malam, seharusnya sih kakak langsung ke Cikandang, salah satu desa yang akan menjadi tujuan kami. Tapi karena kami nyampe terminal pukul 9 malam, yaj tidak ada lagi bus atau lebih kerennya di kenal Elf jurusan Garut-Bungbulang. Jadinya, kakak nginap dirumah salah satu teman kak Acho yang tinggal tidak jauh dari terminal Garut. Senang sekali rasanya kami tiba dirumahnya dengan sambutan hangat dan luar biasa. Kami dijamu dengan teh hangat di lanjutkan dengan makan malam dengan menu nasdi hangat, ikan mujair dan udang gurih ala khas Garut, pokoknya mantap deh makannya. Eh, maaf yah dek kakak lupa fotoin. hehehe

Adik-adikku tercinta,

Kakak kemarin berangkat dari Jakarta sekitar pukul 4 sore leat dikit dengan bus Primajasa yang kami mulai dari Stasiun Primajasa BKN dekat UKI situ. Hujan deras mengiringi keberangkatan kami, jadi agak dikit basah deh, tas kakak pun ikut basah. Perjalanan yang ditempuh sekitar 4 jam perjalanan begitu indah meski sedikit agak tersendak dibeberapa titik jalan. Dengan mengandalkan jari tangan untuk utak atik hiburan dengan sebuah benda kecil yang bernama Smartphone Blackberry. Awalnya agak sempet down karena hp kakak sempat low bat, untuk ada kak Acho yang bawa charger portable. So, jadi terselamatkan deh, walaupun terkadang harus berebutan charger ketika hp kami sama2 low bat.

Oh iyya dek, kakak mau bercerita bahwa Garut itu sangat indah loh. Banyak yang bilang bahwa kota ini mirip dengan salah satu negara di Eropa sehingga di kenal dengan Swiss Van Java. Hamparan gunung-gunung yang indah, deretan kebun teh dan tanaman-tanaman sayur menjadi ciri khas kota ini. Belum lagi dikenal sebagai pusat Domba nasional. Kakak pengen banget ajakin adik-adik semua maen ke sini menikmati keindahan alamnya yang sejuk.

Oh iyya dek, hampir lupa bahwa kakak dulu pernah tinggal di Cikandang, desa yang terkenal dengan sapi perahnya dan tempat kompetisi -Adu Domba- yang digelar tiap minggu. Pasti pengen liat kan yah, gimana serunya. Cikandang itu sangat dingin, bahkan kalau sudah sore kabut pasti akan turun menghampiri sepanjang desa. Pesona keindahan Papandayan, gunung merapi yang cukup indah. Kakak pernah 2 kali loh mendaki di sana. Di surat selanjutnya kakak akan cerita khusus deh tentang "The Beautiful of Papandayan". Tunggu yah surat kakak selanjutnya.

Sekian dulu yah dek surat dari kakak pagi. Ingat mandi dan baca buku lalu kerjain PR, bsok udah sekolah lagi kan? Miss you all.

Kakakmu tercinta,


Deang Sila

Friday, January 06, 2012

Surat Awal Tahun

Dear Adik-adik se-Nusantara,

Halo adik-adikku yang tinggal di daerah pesisir, daerah terpencil di gunung sana atau adik-adikku yang lagi bermain di bawah kolom jembatan. Apa kabar hari ini?


Selamat tahun baru yah semua. Mohon maaf banget nih, kakak baru bisa kembali lagi hari ini mengawali tahun 2012. Lama banget kayaknya tidak berbagi cerita, dibilang sibuk sich juga nggak, hanya ada beberapa hal lain yang sedikit harus dikerjakan. Oh iya dek, kakak hari pengen cerita banyak tentang hidup, mungkin banyak loh yang belum kenal kakak dengan baik. Boleh kan berbagi cerita dan sharing motivasi.

Di awal tahun 2012, kakak punya banyak impian yang ingin diwujudkan. Pasca lulus dari Akuntansi Universitas Trisakti dengan cum laude, kakak mencoba menapak hidup baru dan memulai karir. Tapi sebelumnya, kakak pengen berterima kasih banyak kepada Allah SWT karena telah diberikan kesempatan yang luar biasa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang ibu kota negara yang tidak semua orang-orang kampung seperti kakak bisa merasakan. Just info dek, kakak bisa kuliah di Universitas Trisakti dengan bantuan beasiswa full dari Bank CIMB Niaga. Di tahun 2007, kakak bersama 43 penerima beasiswa lainnya mendapatkan jalan setapak menujuk puncak kesuksesan. Kakak bersyukur sekali karena semua biaya kuliah kakak di bayarin oleh mereka. Sebelumnya beasiswa kakak bernama LippoBank Scholarship tapi karena terjadi merger maka ganti nama pula menjadi CIMB Niaga Scholarship.

Kakak cerita dikit yah, pasca lulus SMA adalah masa paling GALAU, istilah anak modern saat ini. Waktu itu kakak ingin sekali masuk Teknik Nuklir UGM dan sempat 2 kali apply beasiswanya yakni PBUTM, sebuah beasiswa anak berprestasi tapi tidak mampu. Selain itu kakak juga sempat daftar program beasiwa ITS, ambil jurusan Teknik Elektro. Tapi nasib belum ke sana. Bersabar yah. Lalu, kakak ditambah lagi stressnya ketika dinyatakan tidak lulus Program Bebas Tes UNM, jurusan Kimia. Sangat tidak masuk diakal kakak, beberapa prestasi kakak dibidang kimia seperti Juara Olimpiade Kimia Kabupaten Bulukumba, 10 Besar Olimpiade Tk. Provinsi Sulsel dan Finalis Siswa Teladan Sulsel dan bahkan Juara I Robot Camp PIRNAS LIPI, semua itu tidak mampu menolong. Nilai rapor pun cukup outstanding dengan rata-rata di atas 90. Kakak,, sedikit kecewa sebenarnya karena ada salah satu teman kakak yang lulus tapi nilainya biasa aja. Kakak tidak menyalahkan teman kakak, mungkin sudah rejekinya tapi alangkah bagusnya kalo kakak juga bisa lulus. Yah sudahlah, coba berpikir positif mungkin belum jalannya ke sana. Allah Maha Tahu kan yah dek?

Masa GALAU, terus berlanjut saat itu. Semua harapan kakak seakan tertutup. Beasiswa Bosowa dan The Scholar Metro TV pun tidak lulus. Harapan satu-satunya yang terpikirkan saat itu adalah ikut SPMB atau SMPTN. Kakak pun mencoba menumpulkan keping-keping semangat yang terpecah belah saat itu, lulus dengan peringkat umum tapi tak satupun bebas tes yang kakak dapat. Di satu sisi sahabat-sahabat kakak di ada yang dapat dua, Unhas dan UNM ataupun UNHAS-UIN Alauddin. Malu bercampur perasaan yang sangat kacau terus mengganggu tidur kakak hampir seminggu. Dapatkah kakak menuju perguruan tinggi seperti mereka yang sudah tersenyum manis dan tinggal bayar dan mendapatkan kursi masa depannya?

Harapan dan impian kakak yang terkadang bagi setiap orang itu sangat terlalu tinggi, terbukti ada salah seorang keluarga kakak sendiri yang sempat mencaci Ibu kakak tercinta dan berkata "Sok banget kamu mau nyekolahin anakmu, makan saja susah" ungkapnya dengan penuh kesombongan. Air mata ibu kakak menetes saat menceritakan hal itu kepada kakak, kurangkul ibu kakak tercinta dan kudekap erat-erat, hati kakak juga seakan tersayat-sayat mendengar hal itu. Api semangat kakak pun menyala terang dan menyatu dengan jiwa raga bahwa akan kakak buktikan pada dunia bahwa anak yang miskin pun punya kesempatan yang sama untuk menjadi orang yang sukses. Jadi, tetap semangat dek.

Awal Merantau

Keesokan hari kakak memutuskan untuk berangkat meninggalkan rumah, kakak sadar di usia 18 tahun memang sudah saatnya keluar rumah mencari kehidupan sendiri. Kakak cukuplah merepotkan ibu dan ayah tercinta bertahun-tahun. Keputusan kakak untuk merantau ke Makassar adalah keputusan yang harus kakak lakukan untuk melanjutkan kuliah. Harapan 5 cm terpampang di depan kening harus di kejar. Pagi itu, kubuka dompet dan melihat 2 lembar Rp 50,000 sebagai modal menuju Makassar. Di ATM kakak juga masih ada 100rb, uang itu adalah sisa Hadiah lomba menulis surat ke Gubernur Sulsel. Waktu itu, kakak dapat juara 3 loh tingkat SMA se Sulsel. Itu juga pertama kalinya kakak mempunyai ATM, yakni Bank Muamalat. Senag banget rasanya waktu itu karena pemberian hadiahnya pas di lapangan upacara dan disaksikan oleh semua teman-teman dan guru-guru kakak di SMA 1 Bulukumba. Senang bercampur haru saat menerima uang hadiah tersebut, karena uang tersebut akan sangat membantu kebutuhan rumah tangga ibu dan membiayai 6 anak dan bayar utang. Terima kasih Ya Allah, jadi adik-adik semangat yah menulis. Menulis itu mengasikkan dan bisa dapat duit juga loh. hehehe.

Kembali ke laptop yah dek, usai memutuskan berangkat ke Makassar tapi belum tahu mau tinggal dimana? Akhirnya kakak tidak kehabisan ide, kakak langsung menelpon orang tua adik privat kakak, sebelumnya memang dia pernah bilang kalo ada rumah di Makassar yang bisa dihuni karena rumah itu hanya jadi persinggahannya kalau ke Makassar. Alhamdulilah gayung bersambut, dia sepakat dan mengijinkan kakak tinggal di sana. Terima kasih kepada Bapak Andi Malik Asapa, orang tua Andi Uni, siswa kakak yang lucu dan baik hati. Barang-barang kebutuhan selama di sana pun mulai kakak rapikan, bukan hanya bawa pakaian tapi juga beberapa peralatan makan dan dapur kakak bawa dari rumahm sebagian sumbangan dari nenek Caya tercinta, piring dan gelas, sendok nasi dan lain-lain menjadi bekalku menapak jalan menuju masa depan. hari itu kakak berangkat ke Makassar di temani oleh adikku, Wahyuningsih sekalian dia menikmati liburan.

Kupeluk dan kucium tangan Ibu dan Nenek Caya sebagai tanda pamit hari itu. Adik-adik kakak juga ikut memeluk penuh haru seraya mendoakan perjalanan kakaknya, harapannya pasti kembali dengan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar. Keluarga yang membuatku selalu semangat dalam suka dan duka yang hidup dalam gubuk sederhana tapi senantiasa berasa dalam istana karena "Home Sweet Home", mereka adalah penopangku ketika kakak lagi lemah. Kakak sedih karena hari itu tidak sempat ketemu Ayah, "my best inspirator in my life". Ayah bagi kakak adalah sosok yang sangat luar biasa walaupun beliau tidak tamat SD, semangat dan motivasinya dalam menyemangati kakak bisa mengalahkan Mario Teguh, Ayah selalu bilang "Nak, kamu harus melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya jangan seperti Ayah hanya sampai kelas 2 lalu menjadi penggembala kambing, dan ingat dimanapun kamu berada pegang teguh budaya Siri' dan Lempu (siri' - rasa malu sebagai manusia yang bermartabat dan kejujuran)karena itu yang akan membawamu menuju kesuksesan hidup" ungkapnya kepada semua anak-anaknya.

Tepat pukul 10 pagi, kakak mulai beranjak dari rumah menuju pinggir jalan raya menanti mobil kijang atau Panther yang terkenal sebagai angkutan umum menuju ibu kota provinsi. Kulihat air mata Bunda mengalir mengiringi perjalanan kami. "Hati-hati yah nak, doa Ibu selalu bersamamu", ucapnya perlahan sambil mengusap kepala kakak, sebuah kelembutan yang luar biasa. I love you Mom. Mobil itu pun datang dan kami duduk ditengah, kulihat sekali lagi dan kutatap rumah dengan penuh hikmat, "Insya Allah aku akan kembali dan membahagiakan semuanya" ucap hati kecil kakak. Pohon-pohon kelapa dan dereten pohon coklat seakan ikut melepas kepergian kakak, lambaian daunnya sebuah pertanda alam pun punya jiwa bersatu dengan diri manusia dan merekalah saksi bisu perjalanku hari ini. I will miss you all.

Welcome to Makassar

Alhamdulillah, sampai juga di terminal Mallengkeri setelah melewati berbagai kabupaten yang menjadi penghubung ke ibukota provinsi ini. Kakak lewat kabupaten Bantaeng, sebuah kota kecil yang terkenal dengan rumput lautnya. Jalannya sangat mulus waktu itu, katanya memamg bupatinya keren banget deh. The next, kakak lewat kabupaten Jeneponto, kota yang terkenal dengan kuda, pusat pembuatan garam dan jalannya yang panjang serta tandus. Menurut sebagian orang yang pernah lewat sini memang sedikit membosankan.

Bercerita tentang Jeneponto, banyak kenangan kakak loh di negeri ini. Sebenernya kakak memang lahir di Jeneponto tapi nggak tau kenapa di dalam rapor dan surat-surat resmi kakak tertulis lahir di Salemba, sebuah desa di Bulukumba. Kakak waktu itu lahir di sebuah desa kecil bernama Kalukuang, sekitar 5 kilo dari Bontosunggu, ibukota kabupaten Jeneponto. Terus kenapa bisa lahir di sana? nanti kakak ceritain yah di surat selanjutnya. Panjang soalnya dan cukup dramatis kisahnya. So, tetap tunggu surat kakak yah.

Udah dulu yah surat kakak hari ini, kakak hari ini mau ketemu kak Acho, supervisor kakak waktu ikut pertukaran pemuda di Kanada 2009 silam. Kami mau berdiskusi tentang rencana ke Cikandang, Garut bertemu adik-adik volunteer. Doain kakak yah selamat dalam perjalanan besok dan sukses misinya. Aku akan merindukanmu semua adik-adikku. Ingat yah kalo mau balas surat kakak kirim email aja ke pelukislangit@gmail.com

Tetap semangat yah dek. Sambut masa depanmu.

Jakarta, 6 Januari 2011 10:38 AM

Kakakmu tercinta,


Daeng Sila

Thursday, June 02, 2011

"99 Hari Kulukis Negeri Mapel"


"Yersterday is History, Tomorrow is Mistery, and Today is Gift". Kata-kata bijak ini sangat menjadi motivator dalam hidup saya. Itulah sebuh ungkapan yang juga menghiasi Film -Kungfu Panda-. Po, seekor panda gendut yang berjuang melawan hidup untuk menjadi Dragon Warriors. Hidupnya kemarin sebai tukang jual mie, tiba-tiba berubah menjadi seorang pahlawan setelah berjuang habis-habis melawan segala halang rintang, termasuk ketidakpercayaan akan kemampuan dia sendiri. Tapi dia bisa membuktikan bisa berubah hari ini. Hidup memang sebuah dinamika yang sangat unik. Tidak akan mudah untuk ditebak apa yang akan terjadi hari ini dan esok hari. Mungkin hari ini anda sahur di Indonesia dan buka puasa di Prancis atau di Italia. Semua itu sangat mungkin. Begitu juga benda-benda kesenian Indonesia bisa jadi hari ini masih di pajang di galeri yang sangat sederhana, Tapi bisa saja dengan sekelap sudah berada di negara kutub utara. Itulah mungkin sedikit kata-kata yang bisa menggambarkan dengan apa yang terjadi dengan diriku hari ini dan akan terus berubah mengikuti dinamika waktu. Hidup dan lingkungan baru adalah sebuah tantangan yang membuat kita bisa jdi lebih dewasa apabila mampu membawa segala kondisi dengan pikiran terbuka.
Alhamdulillah tepatnya 31 Agustus 2009, saya beserta rombongan Canada Indonesia Youth Exchange program telah tiba dengan selamat di negeri maple. Bandara Internasional Toronta adalah pendaratan pertama kami. Kotamya sangat Indah dan hijau. Istrahat sekitar 4 jam di Toronto, lalu dilanjutkan dengan penerbangan menuju Halifax-Nova Scotia. Pesawat West Jet kini menjadi tumpangan selanjutnya setelah hampir 20 jam menggunakan peswat Chatay Pasific dari Indonesia-Hongkkong-Toronto. Sungguh perjalanan yang sangat panjang. Dua jam kemudian tepat pukul 11.00 waktu setempat kami akhirnya tiba di Halifax. Dan ternyata penjemput dari Canada World Youth sudah menunggu rombongan kami. Sangat senang akhirnya nyampai juga.
Tatamoughoce Centre adalah destinasi selanjutnya, katanya kita akan menuju Volounteer Orientation Camp. Dengan sebuah bus kita pun beranjak dari Halifax menuju camp. Hijau kanan dan kiri menghiasi perjalanan kami sungguh sangat Indah ciptaan Tuhan. Di bus kami bertemu teman-temn baru dari kanada.
Mungkin inilah sebagian kecil rangkain perjalanan hidup saya. Stop! Kita tengok 18 tahun lalu, aku akan membawa hati ini anda menelusuri sebuah sejarah hidup yang unik. "Ayo mi main-main ki" ucap seorang bocah kecil yang masih berumur 2 tahun kepada kawannnya. Ucapannya dalam Bahasa Indonesia dengan logat Makassar. "mi" dan "ki" adalah kata-kata tambahan yang hampir tidak ada artinya, namu lebih kepada norma kesopanan.