Di sini aku mencoba mengarahkan memori yang lama beku di pusat komputer tubuh yang paling berharga, mencoba menarik kembali pita memori yang telah lama kusut gak terawat... Mungkin karena kesibukan masing-masing sahabat-sahabatku sehingga belum ada yang sempat mencorat-coret di atas lahan pasir kenangan... Sebuah rumah yang terletak nan jauh di negeri antai berantai...
Ada sejuta bahkan tak terhingga kenangan manis yang telah terukir dalam kalbu masing-masing yang merasakan indahnya sebuah keluarga yang bersemi di bawah satu atap perjuangan... Bercerita tentang rasa, bercerita tentang buku, bercerita tentang Kantin "Bingka Hitam nan Pedas", bergurau tentang hal-hal lucu, berbagi "pengganjal" perut di antara sesama, berkumpul dari satu rumah ke rumah lain. hanya mereka dan diriku sendiri yang tahu dari sekian juta hamparan kenangan yang tak bisa selesai kulukis... (teman ban
tu yah siapkan kuas dan cat-nya)Disini, sang pelukis langit mencoba untuk mulai melukis dari titik terendah yang ada dalam pikiran aku. Namun, alangkah lebih baiknya lagi kalo kita saling mengenal dulu. Perkenalan personel House Beta. Yang pertama Hendri (http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?id=1569101517&ref=profile), lebih dikenal sebagai bolang. Saat itu menjabat sebagai kepala rumah tangga (lebih kerennya "ketua kelas"...) Anak desa yang mencoba peruntungan di sekolah yang dikenal sebagai sekolah terbaik di Bumi Panrita Lopi ini, baginya tantangan adalah jalan untuk maju. Berempat dengan teman SMP-nya mengadu nasib di sekolah yang sangat banyak di huni anak-anak cerdas. Di rumah ini iyya bergabung dengan sejuta harapan akan menjadi khalifah yang berguna. Secara fisik lumayan cakep (dikit narsis), cerdas gak bodoh juga nggak (50:50 lha yah), hobinya dengan mata pelajaran berhubungan dengan atom-atom (yang berhubungan dengan Alkana, Alkena, Alkuna, keton, stokiometri, larutan asam basa dll.. he,,he,, pusing juga yah). Hobinnya nge-bolang dari kelas ke kantor dan kadang di luar lingkup sekolah, luar kota, bahkan luar provinsi, Baginya nge-bolang memberikan ketengan batin menambah deretan pengalaman. Anak desa yang tak pernah merasa minder dengan anak-anak kota lainnya yang lebih rapi dari segi pakaian, punya kendaraan pribadi, motor pribadi bahkan mobil pribadi. Baginya sepeda Ontel tua dan mobil "pete-pete" adalah teman setia mangarungi perjalanan 10 Km tiap pagi dan sore. Tapi baginya itulah jalan hidup yang merupakan tangga terendah yang harus dilewati untuk menuju tangga paling tinggi dan masuk ke dalam istana kehidupan... Di House Beta dia sukanya piket hari sabtu, dan paling benci senin karena senin akan upacara dan malas bgt di kejar-kejar ma guru yang kayak mengejar binatang ternak untuk segera ke lapangan merah putih. So, kenapa sabtu? Iyya karena hari jumat cepat pulang jadi berharap dikit sampah. Maklum wajah-wajah penghuni disini gak ada yang sadar sampah, mengikuti watak orang lain yang senang buang sampah sembarangan,,, (he..he.. it is reality). Kayaknya ditiap kelas mesti dipasang jendela Singapura. Saat ini dia sedang nyantri di jurusan Akuntansi, Universitas Trisakti Jakarta.
Dari sekian jumlah penghuni House Of Beta, wanita Muslimah yang satu ini sebut saja Mifta (http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?id=1750247154&ref=ts), gadis berkerudung panjang ini menjadi teladan bagi keluarga kami di sini. Dia adalah Muslimah cerdas yang sejak SMP sudah punya segudang prestasi. Penampilannya yang sederhana dengan busana Muslimah yang selalu menutupi auratnya. Saya pertama kali mengenal dia saat SMP dulu.
Waktu itu dia bersekolah di SMP 2 Bulukumba dan aku saat itu di SMP 3 Ujung Loe. Mifta, adalah saudara kembar Rif'a yang juga salah satu siswa cerdas di sekolah kami. Dia adalah juara Olimpiade Biologi. Pertemuan kali yang pertama kira-kira tahun 2003 lalu di Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba di mana lomba diadakan. Waktu itu aku ikut Olimpiade Fisika, tetapi masih kurang beruntung saya hanya bisa bertengger di posisi 4. Dan yang mewakili ke tingkat provinsi hanya peringkat 1-3. Selangkah lagi.... Tapi mungkin belum rejeki. (Always Be Positive Thinking)... Mifta adalah gadis yang sedikit bicara tapi banyak banyak, majalah-majalah remaja Islam setia ditangannnya. Dia sangat kutu buku. Pandai dalam berduskisi dan saat SMA dia menjadi andalan sekolah kami dalam Olimpiade Komputer. Di bawah binaan Pak Rusli Umar dia mampu menjadi juara kabupaten. Tutur katanya yang santun membuat teman-teman sangat nyaman berada di sampingnya. Dia tinggal disebuah desa sekitar 7 km dari pusat kota sebut saja desa Bialo. Ketekunannya memberi motivasi bagi teman-teman dan aku sendiri untuk belajar lebih giat lagi. Melihat dia rajin membaca membuat saya iri sendiri dan kadang menyesal betapa malasnya diriku. Banyak sekali prestasi yang dia torehkan di sekolah, selain itu dia juga aktif di OSIS dan Remaja Masjid. Aku senang berdiskusi dengannya tentang Islam. Namun, terkadang banyak teman-teman yang merasa canggung dengannya karena dia Muslimah yang sangat taat, biasanya cowok-cowok takut mendekat atau berbicara dengan dia. Tapi bagi aku Mifta adalah sosok wanita yang juga senang melucu, kadang-kadang diantara diskusi kami diselingi dengan humor. Alangkah bahagianya laki-laki yang menjadi pendampingnya nanti, punya istri yang sholehah, rajin dan pintar. Saat ini, dia tengah menuntut ilmu di jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar.
Waktu itu dia bersekolah di SMP 2 Bulukumba dan aku saat itu di SMP 3 Ujung Loe. Mifta, adalah saudara kembar Rif'a yang juga salah satu siswa cerdas di sekolah kami. Dia adalah juara Olimpiade Biologi. Pertemuan kali yang pertama kira-kira tahun 2003 lalu di Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba di mana lomba diadakan. Waktu itu aku ikut Olimpiade Fisika, tetapi masih kurang beruntung saya hanya bisa bertengger di posisi 4. Dan yang mewakili ke tingkat provinsi hanya peringkat 1-3. Selangkah lagi.... Tapi mungkin belum rejeki. (Always Be Positive Thinking)... Mifta adalah gadis yang sedikit bicara tapi banyak banyak, majalah-majalah remaja Islam setia ditangannnya. Dia sangat kutu buku. Pandai dalam berduskisi dan saat SMA dia menjadi andalan sekolah kami dalam Olimpiade Komputer. Di bawah binaan Pak Rusli Umar dia mampu menjadi juara kabupaten. Tutur katanya yang santun membuat teman-teman sangat nyaman berada di sampingnya. Dia tinggal disebuah desa sekitar 7 km dari pusat kota sebut saja desa Bialo. Ketekunannya memberi motivasi bagi teman-teman dan aku sendiri untuk belajar lebih giat lagi. Melihat dia rajin membaca membuat saya iri sendiri dan kadang menyesal betapa malasnya diriku. Banyak sekali prestasi yang dia torehkan di sekolah, selain itu dia juga aktif di OSIS dan Remaja Masjid. Aku senang berdiskusi dengannya tentang Islam. Namun, terkadang banyak teman-teman yang merasa canggung dengannya karena dia Muslimah yang sangat taat, biasanya cowok-cowok takut mendekat atau berbicara dengan dia. Tapi bagi aku Mifta adalah sosok wanita yang juga senang melucu, kadang-kadang diantara diskusi kami diselingi dengan humor. Alangkah bahagianya laki-laki yang menjadi pendampingnya nanti, punya istri yang sholehah, rajin dan pintar. Saat ini, dia tengah menuntut ilmu di jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar.Aljabar, geometri dan menghitung-hitung bilangan rumit adalah hobbi-nya. Dia sangat doyang dengan angka-angka, bahkan karena gilanya dengan angka-angkat setiap ada mata pelajaran Matematika pasti dia akan menjadi orang pertama yang angkat tangan dan selesai
pekerjaannya. Yah sebut saja cowok berkacamata ini dengan Jackson (http://www.facebook.com/home.php#/jack.einstein?ref=ts) 